Review Komik Tiap Detik vol 2
Ada fenomena baru yang tim jejaklangkah terlambat dapat informasinya, fenomena Komik Tiap Detik seperti yang kami bahas sebelumnya [...] saat ada pembaca yang merekues kami untuk review komik tiap detik vol 2, saat itu komiknya belum terbit sehingga kami membuat review untuk volume pertamanya terlebih dahulu [...]Hari ini kami coba ke toko buku ternyata sudah ada komiknya, sesuai dengan tanggal terbit yang direncanakan oleh penerbitnya m&c koloni dengan harga Rp.38.000, setelah kami membacanya bergantian berikut review kami. (Gambar akan kami sengaja sedikit pudarkan supaya tidak menyalahi DMCA)
Gaya gambar yang berubah

Seperti informasi yang kami dapatkan sebelumnya ternyata memang benar gaya pengambaran author berubah, menurut informasi yang kami dapatkan itu dikarenakan kritik di volume 1 yang mempersoalkan gaya gambar author yang mirip dengan kantoku (seorang ilustrator dari negeri sakura) [...]
Menurut kami tidak ada loncatan lain lagi hanya sedikit perubahan karena masih menggunakan penggambaran dengan style Jepang secara keseluruhanya, malahan menurut salah satu dari kami gambarnya lebih moe atau lebih menarik daripada gambar vol 1 yang terlalu terlihat lolita.
Perubahan gaya menggambar tidaklah jadi masalah buat kami apalagi ketika hasilnya jauh lebih bagus, namun merubah gaya menggambar hanya karena kritikan kami rasa kurang baik untuk kedepanya
Artwork Jauh lebih konsisten

Artwork di buku kedua karya Renato Reimundo Junior ini jauh lebih konsisten daripada buku pertamanya dan lebih banyak pose atau scene camera yang rumit ketimbang buku pertama, ini sungguh merupakan nilai plus.
Hanya saja dibeberapa tempat penggunaan screentonenya terlihat terlalu gelap, dan garis arsiran untuk bayanganya terlihat putus-putus, namun untuk keseluruhan artwork di volume 2 berkembang banyak dari volume 1, karakter prianya juga jadi lebih menarik dan stabil.

Background yang digunakan kali ini juga terlihat lebih beragam dan lebih menunjukan dunia komik tiap detik ini, ada perkotaan, permukiman warga dan wahana bermain seperti waterpark yang semua digambar dengan baik, kami hanya berharap di volume berikutnya kedepan situasi sekitarnya lebih ditunjukan lagi karena kami jadi makin penasaran setelah membaca halaman bonus soal dunia tiap detik.
Walau masih memiliki beberapa kelemahan, artwork volume 2 sangat berkembang dari artwork di buku pertamanya dan melihat artwork yang makin berkembang dari halaman pertama ke akhir di buku ini, membuat kami makin penasaran dengan artwork buku 3.
Komedi Acak yang penuh parody

Kami tertawa, jujur kami tertawa dikarenakan komedi acaknya, terutama dibagian yang spontan non-parodynya, membicarakan parody banyak parody di komik ini mulai dari star wars sampai Jojo Bizzare adventure, sepertinya memang sudah jadi ciri khas komik ini untuk memberikan parodi di setiap volumenya.

Komedi yang ditampilkan dari masing-masing karakter juga unik, ya, masing-masing karakter di komik ini memiliki cara sendiri yang unik dalam membuat pembacanya tertawa.
Beragam referensi dari pop culture ditambah komedi acak yang spontan di komik tiap detik mampu membuat kami tertawa di berbagai scene di komik ini. Hal ini memang jadi point kuat komik tiap detik sejak buku pertamanya.
Cerita yang mulai berkembang

Saat mereview volume pertama kami masih kurang menangkap ceritanya kebanyakan hanya menikmati unsur komedinya saja, di volume 2 banyak hal yang mulai menjadi jelas dan kami bisa menduga apa yang sebenarnya terjadi dari foreshadowing dan flashback yang disisipkan.
Sayangnya kedatangan kakaknya Erina yang menjadi guru, yang kami nantikan dari buku pertamanya baru ada di tengah-akhir buku, sehingga masih belum ada interaksi yang dalam, namun. Seperti yang kami katakan di review buku pertamanya kami tidak suka dengan cerita yang terlalu cepat menuju kesimpulan (Cerita Erina yang akan pergi ke eropa di buku pertama) karena itu kami rasa ini cukup baik untuk pacing komik kedepanya,

Membicarakan pacing, pacing cerita di komik tiap detik buku kedua pun membaik dari buku pertamanya, ceritanya kini dibawa santai kedepan dengan dibungkus humor acak yang fokus ke bagaiamna si karakter utama selalu membuat orang disekitarnya salah paham.
Cerita di komik tiap detik masih terfokus ke unsur komedinya, walau begitu dibeberapa tempat ada dramanya yang cukup mengharukan. Sayangnya ada beberapa unsur yang kami masih rasa dipaksakan dan terlalu cepat di buka.
Kesimpulan
Komik "Tiap Detik" buku kedua, dari 5 bintang yang bisa kami berikan untuk sebuah karya, kami berikan 4/5. Banyak kemajuan dari buku pertamanya dari segala sisi, cerita yang membuat kami penasaran dan humor acak yang membuat tertawa serta perkembangan Artworknya membuat kami sangat menantikan buku ketiganya.
Baca juga review komik tiap detik bagian pertama dengan fokus isi bukunya : http://www.jejaklangkah.tk/2016/05/review-komik-tiap-detik-pt1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar